Showing posts with label Bahasan Emak Queen. Show all posts
Showing posts with label Bahasan Emak Queen. Show all posts

Sunday, May 27, 2018

:: Ukuran sehat menurut si emak 😄 ::

May 27, 2018 0 Comments

Di beri info bahwa memberikan empeng pada anak itu berbahaya, karena empeng tidak higienis menyebabkan diare, susah menyapihnya, dll eh di jawab " anak ku sampe gede ngempeng alhamdulillah sehat " 😱😱

Diberi info bahwa memberikan mpasi pada anak lebih baik pada usia min 180hari maks 6 bulan, karena bahaya (tanya ke dokter atau survei ke rumah sakit atau google deh tentang bahaya mpasi dini) di jawab "eh anakku mpasi usia 4 hari pake pisang kerok sehat, gemuk, bisa nyanyi, bisa nari, bisa dll " 😱😱

Diberi info bahwa gendong anak lebih baik posisi upright /sering di sebut m-shape untuk manfaat udah banyak banget bersliweran di wall fb, di jawab "eh nenek moyang ku seorang pelaut aja anak2 nya gendong miring kaki lurus sehat2 tuh" 😱😱

Diberi info bahwa pengenalan gulgar sebaiknya setelah anak usia +1 tahun, karena selain memperberat kerja ginjal anak akan lebih menyukai makanan yang berasa kuat. Eh di jawab " orang dulu ya, anak nya makan nasi pake garem aja sehat2 kok" 😱😱

Diberi info bahwa sebaiknya awal mpasi itu langsung menu 4☆, karena menurut beberapa dokter menu tunggal itu merugikan bagi bayi. Karena bayi tidak mendapat asupan gizi seimbang, eh di jawab " setiap anak itu unik bla...bla...bla... kesana kemari " 😱😱

Diberi info bahwa kopi itu bukan obat atau terapi pencegah kejang demam (step), karena kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi. Kekurangan zat besi akan menyebabkan ADB, anak ADB rentan gagal tumbuh karena penyerapan nutrisi tidak maksimal. Eh di jawab " nenek moyang ku seorang pelaut dari dulu udah pake itu mbak, anak pakde ku ya sehat gak step lagi" 😱😱

Diberi info bahwa penggunaan bedong itu bukan bertujuan untuk meluruskan kaki bayi, tapi hanya sebagai penghangat saja. Karena terlalu kuat mengikat bedong dapat menyebabkan rentan cedera tulang panggul (hyp dysplasia). Eh di jawab " dari jaman dahulu kala, ketika negara api belum menyerang negara air. Bayi ya harus di bedong, kalo gak nanti jalan nya ngangkang ", mau anak mu cantik2 jalan nya ngangkang ? 😱😱

Diberi info bahwa menggunakan gurita sudah tidak disarankan lagi dalam dunia medis, karena mengganggu pernafasan baby. Mengganggu perkembangan organ2 baby, eh di jawab " sebelum zaman dinosaurus anak bayi udah pake gurita, kesian lah perutnya nanti gedenya buncit " 😱😱

Diberi info bahwa anak demam lebih baik observasi dulu jangan langsung di beri obat, karena pemberian obat ada prosedurnya. Untuk menurunkan panas pada suhu di bawah 38 dercel pada anak yang tidak ada riwayat KD dan 37,5 dersel pada anak yang ada riwayat KD lebih baik kompres air hangat dulu. Eh di jawab " lah kalo gak di kasih obat mana bisa turun panas nya, nanti klo kejang mau kamu tanggung jawab" 😱😱

Diberi info bahwa pemakaian bedak tabur sudah tidak di sarankan lagi, karena partikel talc pada bedak tabur berbahaya bagi pernafasan bayi. Dapat menyebabkan iritasi kulit karena mengendap di pori2, dapat menyebabkan ISK karena mudah mengendap di alat kelamin. Eh di jawab " kalo gak pake bedak kayak gak mandi, lagian kalo bahaya kenapa masih dijual bebas " 😱😱

Masih bnyaaaak banget info2 bermanfaat yang memang bertujuan baik jika di lakukan, dan mental dengan mudah saat di infokan ke emak2 ini 😄😄 ibarat ngisi susu di gelas kebalik, ya tumpe2 😆😆

Sehat bukan dilihat dari anak hidup dan berumur panjang sampe tua saja mak, buka itu patokan sehat. Masih banyak kriteria sehat yang harus dilihat,

Kita bukan mau bandingin jaman dulu dan jaman sekarang, kita bukan mau merubah tradisi yang sudah ada, kita bukan mau memaksa kalian harus menuruti pola parenting jaman now ini.

Hanya saja info2 itu harusnya bisa di terima, di pelajari, kalo baik apalagi bagi kesehatan anak ya ada baiknya diterapkan. Bukan malah beralibi ini ono, bukan malah menyangkal semua yang di sampaikan.

Kenapa kita yang gak saling kenal, tapi rela saling tegur. Apa keuntungan si pemberi info itu, gak ada keuntungan materi. Tapi mereka dengan sukarela membagi info2 tersebut, karena apa ? Karena mereka peduli pada kalian ❤❤

Mereka membagi info2 bermanfaat itu pake hati, itulah susahnya jika seseorang itu sudah peduli dan main hati.

Jangan di sanggah dong apalagi dengan jawaban ngelantur seperti itu, terima info itu dengan tangan terbuka. Jika kurang srek tanyakan, jika ragu cari tau, jika belum yakin karena title dan muka si pemberi info di pp fb gak banget dan gak meyakinkan tanya yang lebih ahli. Jangan langsung di lempar kayak bungkusan sampah,,, 😤😤

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: Bau tangan mitos yang keterlaluan ::

May 27, 2018 0 Comments

Mak,,, pernah denger gak kalimat ini 👉 anak jangan sering di gendong nanti bau tangan ? 😧

Bau tangan itu semacam anak yang mau nya di gendong terus, klo di letakkan nangis2. Hah... cuma gitu doang ? Iyaaa... cuma gitu doang, jadi si emak keberatan klo anak nya minta gendong terus, karena repot ngurusin dan beberes rumah 😕 (tidak termasuk emak2 yang pekerja ya, karena pasti si anak dirumah di gendong yang ngasuh 😄)

Mak,,, itu anak masih bayi loh mak, ada yang salah kalo si anak pengen nya di dekapan kamu terus ? Ada yang salah kalo si anak pengen nya di gendongan kamu terus ?

Secara naluriah bayi yang lahir akan mengenali ibunya dari sentuhan dan bau kulit ibu, dan Menurut sebuah penelitian di Ohio, bayi yang sering dipeluk atau digendong akan berpengaruh besar pada perkembangan otak, seperti yang dikutip dari laman Parents, Selasa (31/10/2017).

Kebiasaan ini sangat baik untuk bayi prematur. Bayi prematur lebih cenderung sulit merespons sentuhan ketimbang bayi yang lahir normal. Paparan sentuhan kulit orang tua ke kulit bayi akan membuat otak bayi teransang menanggapi sentuhan lembut seperti di dalam rahim.

"Sentuhan pada bayi prematur juga berperan buat pembentukan otak. Sentuhan mempengaruhi saraf berbeda dengan nyeri, tapi ternyata pengalaman menjalani prosedur medis yang menyakitkan mempengaruhi respon bayi pada sentuhan,” ujar penulis riset Dr. Nathalie Maitre, direktur NICU follow-up clinic, Nationwide Children’s Hospital, Columbus, Ohio, USA.
Bisa baca lengkap disini  http://health.liputan6.com/read/3145784/bayi-bau-tangan-ciri-anak-cerdas

Tidak ada salahnya menggendong bayi pada tahun2 pertama kehidupan nya, apalagi di saat bayi belum banyak berekplorasi. Menggendong tidak akan menyebabkan ketergantungan, beda dengan memberi anak empeng atau dot. Menggendong tidak ada kata sapih, karena anak akan berhenti meminta gendong dengan sendiri nya. Apalagi saat anak sudah mulai merangkak, ngesot, melangkah, berjalan dan berlari.

Menggendong itu banyak manfaat nya loh, 👇
1. Menggendong membuat ibu bisa mengurus anak yang lebih besar
2. Menggendong membuat bayi jadi lebih tenang
3. Menggendong untuk menjalin kedekatan
4. Menggendong sebagai olahraga
5. Menggendong dan mengedukasi
6. Tangan leluasa bergerak dll
Baca lengkap di sini 👉 https://www.ibupedia.com/artikel/balita/manfaat-menggendong-bayi

Gak 24 jam dalam sehari loh si anak minta gendong mak, ada kala nya anak mau maen guling2. Ada kala nya anak mau bobo di kasur, ada kala nya anak mau nya ngesot2 di lantai dsb.

Alesan gak bisa beberes, ➡ bisa... bisa banget beberes sambil gendong. Pake jarik metode jangkar, pake ring sling, pake ssc, pake ww, dll.

Alesan nanti gak bisa kemana2, ➡ bisa kok,,, siapa bilang gak bisa. Kecuali ibu2 pekerja yang mengharuskan anak tinggal dirumah.

Alesan nanti anak gak bisa bereksplorasi, ➡ bisa,,, siapa bilang gak bisa. Dalam 24 jam itu gak mungkin minimal 1-2 jam anak gak goleran di kasur, gak mungkin 24 jam anak minta gendong gak mau turun. Pasti masih banyak waktu si anak untuk berekplorasi, aku udah ngalamin sendiri soalnya.

Alesan2 apa lagi yang mau mak buat, beda kalo kondisi fisik mak yang gak memungkinkan. Seperti mak sakit, mak hamil, mak dalam kondisi keterbatasan fisik dll.

Mak sehat, mak masih kuat, mak masih muda, tapi mak membatasi gendong anak hanya karena takut anak mak BAU TANGAN 😱😱

Mak masa2 seperti itu ada jangka waktunya, gak selama nya mak punya waktu untuk merasakan nya. Nanti akan ada masa di saat anak hanya mau melangkahkan kaki sendiri, akan ada masa nya anak hanya mau berlari sendiri, akan ada masanya anak hanya mau bermain sendiri.

Mak akan menduduki peringkat kedua, mereka akan punya dunia mereka sendiri. Dan di saat itu jika mak memanggil dan bertanya "sayang sini peluk bunda, sini bunda gendong " dengan segera mereka menolaknya.

Di saat itu mak harus melepaskan mereka dengan dunia mereka mak, dan mak yang dulu menjadi dunia mereka. Akan tergeser sedikit posisinya, disaat itulah mak akan patah hati. Sakit nya tuh disini mak, 😢😢

Jadi jika sekarang mak berada pada masa2 indah itu, nikmati masa nya, nikmati prosesnya, dan syukuri.

Jangan takut anakmu BAU TANGAN mak, dari pada bau kaki 😂😂 (bercanda)

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: GHOST OF PARENTING ::

May 27, 2018 0 Comments

Pagi ini aku seperti tertampar keras, terkejut dengan satu kalimat yang queen ucapkan dengan polosnya.
" umi marah, jangan marah-marah " berdiri dan langsung berlari menghampiri sang kakek.

Ya Allah, padahal aku tak membentak, aku tak berkata keras, aku tak memukul. Hanya raut muka ku berubah karena rasa kesal, aku kesal karena queen berkali2 menggigiti plastik kresek hitam. Dan berkali2 telah aku beri pengertian, memang aku sudah sangat emosi. Tapi tak seharusnya aku memasang wajah kesal, wajah amarah.

Walau setelah itu aku amat sangat merasa menyesal, dan mencoba meminta maaf pada queen. Biasanya kalo aku minta maaf dia akan menjawab, " iya mi, sama-sama " kali ini dia memalingkan wajah nya. Aku tau dia kecewa dengan sikap ku tadi, ya Allah beri aku stok kesabaran yang tak kan pernah habis 😭😭. Beri aku kekuatan untuk menahan emosi ini, dan sepertinya ini yang di sebut GHOST OF PARENTING.
#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Aku pernah baca tentang Ghost Of Parenting, tulisan ini sangat bermanfaat. ini aku copaskan 😉
👇👇👇👇👇👇👇👇👇
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208751080534725&id=1843672658

Si Hantu Parenting (Kulwa grup Mommylogy)

Salah seorang ibu pernah bertanya pada seorang psikolog:
"Bu, saya kalau lagi emosi sukanya bawa anak ke kamar mandi terus saya siram pake air. Saya tahu itu sebenernya salah, tapi gak tau kenapa refleks aja dan sering saya ulangi"
"Apa dulu ibu pernah disiram orang tua ibu waktu kecil? " Tanya si psikolog
"Sering bu,  setiap kali saya dimarahi saya pasti dibawa ke kamar mandi terus disiram"
"Mungkin itulah 'Ghost of Parenting'nya ibu"
•••

Ghost of parenting atau Hantu Parenting, istilah ini tidak ada hubungannya dengan 'mistis', 'klenik' 'horor' ataupun semacamnya. Mungkin, 'ghost of Parenting' bisa diartikan sebagai hal2 yang tanpa kita sadari 'menghantui' gaya parenting kita. Sebenarnya ini merupakan bawaan dari pola parenting yang kita terima sebelumnya, entah itu dari orang tua kita, nenek kita,  atau orang yang merawat kita semasa kecil.

Pernahkah kita merasa? Saat kita menjadi orang tua gaya parenting kita sama dengan orangtua kita dulu. Mulai dari gaya bicara, cara menasehati, cara melarang, bahkan sampai cara kita marah mirip dengan orangtua kita.

Mungkin ada dari kita yang sewaktu kecil terbiasa di cubit atau dipukul, maka secara refleks kita juga akan mudah mencubit atau memukul anak kita.

Mungkin ada dari kita yang sewaktu kecil sering dibentak dan sering dilarang, maka tanpa disadari kita juga akan sering membentak dan sering melarang anak kita.

Mungkin ada diantara kita yang terbiasa tidak diapresiasi sejak kecil, selalu dituntut ini dan itu, maka tanpa disadari kita pun sering tidak mengapresiasi anak kita, sedikit2 menuntut anak kita.

Bahkan mungkin ortu dulu sering mengancam kita bila tak menurut, sehingga sekarang terhadap anak-anak kita pun berlaku begitu.

Pengalaman2 masa kecil kita menjadi memori yang tersimpan di alam bawah sadar kita dan mungkin saja akan muncul saat dewasa. Bahkan tidak hanya berpengaruh pada pola parenting kita, tetapi juga pada peran kita sebagai istri atau suami.

Ada dari kita yang mungkin tumbuh di keluarga dimana perempuan harus melayani semua kebutuhan keluarga,  sedangkan laki2 hanya duduk santai. Maka saat dewasa pun kita akan meniru pola yang sama. Untuk yang laki2 dia tidak terbiasa membantu istrinya karena merasa harus dilayani. Untuk yang perempuan,  dia sering merasa harus mengerjakan semua pekerjaan rumah, kalau suaminya membantu sedikit saja dia akan merasa sangat bersalah sekali.

Terkadang kita tidak sadar kalau kita sebenarnya sedang dihantui oleh luka masa lalu. Berkali-kali kita berjanji pada diri sendiri agar menahan emosi, agar jangan sampai kita mengulangi apa yang orang tua lakukan pada kita, tetapi selalu berakhir dengan penyesalan karena kita tidak mampu menahan semua itu. Ribuan teori parenting kita baca, puluhan seminar parenting kita ikuti, tapi tetap saja seringnya kita keceplosan melakukan hal yang sama lagi.

Maka, saat sadar kalau sebenarnya ada yang 'menghantui' kita, berubahlah! Ingatlah, apa yang kita lakukan sekarang akan menjadi 'hantu' bagi anak kita kelak. Bukan tidak mungkin 'hantu' tersebut akan menurun pada anak cucu kita.

Bagaimana cara menghilangkan 'hantu' parenting ini?

Bukan tidak mungkin akan ada rasa kecewa bahkan benci pada orangtua kita ketika kita menyadari kalau 'hantu' ini adalah warisan dari orangtua kita. Tetapi tentunya hal ini tidak bisa kita jadikan alasan untuk menyalahkan orangtua kita. Tidak ada orangtua yang sengaja menanamkan hal negatif pada anaknya. Sadarilah, mungkin sikap mereka itu juga diwariskan 'tanpa sadar' dari nenek kita dahulu.

Maka hal pertama yang harus kita lakukan adalah menerimanya sebagai kenyataan, maafkanlah orangtua kita, mereka juga manusia yang tidak luput dari salah. Minta ampun dan petunjuk dari Allah agar kita segera dijauhkan dari 'hantu parenting' itu. Mulailah sugesti positif pada otak kita, kalau kita bisa menghilangkan 'hantu' itu dari diri kita, kalau kita bisa jadi orangtua yang lebih baik dari orangtua kita.

Saat 'hantu' itu muncul, tarik nafas yang dalam, relaks kan dulu diri kita dan tersenyumlah agar kita bisa menahan keluarnya si hantu tersebut.

Damaikanlah jiwa kita, buang semua energi negatif, agar hidup kita, hidup suami kita dan hidup anak2 kita lebih ringan dan bahagia 😊

~Tidak ada cara untuk menjadi orang tua yang sempurna. Tapi ada banyak cara untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak-anak kita.

Selamat mencintai anak2 kita dengan doa..

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

May 27, 2018 0 Comments

Ini kenapa seorang emak selagi hamil harus bener2 mempelajari ilmu perASIan dari dokter, bidan, konselor laktasi, orang2 yang peduli dengan sabar menegur dan menjelaskan.

Ini kenapa seorang emak GAK boleh SOMBONG merasa yakin lebih pinter dari emak2 laen hanya karena title semata.

Ini kenapa seorang emak GAK boleh CONGKAK dan MAU dengan senang hati menerima edukasi dari orang lain.

Mau ASI lancar, seorang emak harus bahagia. Gimana mau bahagia kalo emak sama sekali gak ngerti apa2 masalah ilmu mengASIhi. MengASIhi itu bukan sekedar anak lahir, ada PD, ada puting dan di kenyot anak.

Bukan hanya itu mak, emak harus tau bahwa emak harus secepatnya melakukan IMD setelah anak emak lahir. Jangan malah di kasih dot dan sufor, apalagi tanpa indikasi medis.

Sebelum lahiran emak harus konsultasi ke nakes nya, kalau emak ingin sekali memberi ASI. Jadi nakes mengerti apa yang harus mereka lakukan, semisal meminta emak pumping asi nya dan diberikan dengan media selain DOT.

Emak harus tau bahwa 3 hari pasca dilahirkan bayi masih mempunyai cadangan makanan. Jadi emak gak buru2 stres kalo pas mencet puting, ASI gak terlihat keluar atau menetes atau emak berharap ASI moncrot mancur2 di awal lahiran ?

Emak harus tau bahwa lambung bayi pasca dilahirkan itu hanya menampung 22-27 ml saja, jadi emak gak buru2 kelabakan mengira anak nangis itu berarti lapar karena merasa ASI kurang. Padahal anak bayi itu emang BERKOMUNIKASI HANYA LEWAT TANGISAN, kalo dia bisa ngomong nanti viral lagi 😄😄

Emak harus tau bahwa hisapan bayi berpengaruh sekali untuk merangsang produksi ASI, prinsip ASI itu supplay and demand mak. Jangan buru2 panik ngerasa anak saya kekuarangan karena ASI saya sedikit dan langsung ngambil jalan mudah kasih aja anak sufor tanpa ada indikasi indikasi medis dan konsultasi ke ahlinya.

Emak harus sering2 kumpul sama emak2 pejuang ASI lain nya, jadi kan semangat mereka sebagai motivasi untuk kita. Jangan malah SOK gak butuh, sikap itu membahayakan mak. Ikuti grup2 oficial di fb seperti AIMI, EPING, dll dan media sosial lain nya.

Terima masukan dari temen2 yang peduli, bukan masukan semangat memberi Sufor, tapi semangat memberi ASIX. Jangan malah MENGANGGAP si peduli ini SOK pinter, SOK OKE, emak harus husnudzon bukan suudzon.

Kalo emak2 BUTA dengan ILMU mengASIhi, itu awal mula kegagalan emak MEMBERI HAK ASI untuk ananda. 

>> tolong koreksi jika ada yang salah, dan dimohon masukan dan tambahan nya jika masih banyak yang kurang 🙏🙏🙏

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: Fenomena gerhana dan mitos bumil ::

May 27, 2018 0 Comments

Aku gak ada kapasitas kalo ngomongin masalah ilmu agama, cuma hari ini kok gedeg-gedeg gimana gitu.
Di time line isi nya emak2 hamil yang nanya masalah ibu hamil harus ini itu pas gerhana di beberapa grup 😯😯

Pasti penasaran apa hubungan nya, iya... hubungan nya erat banget sampe2 bikin emak2 menggalau dengan hal seperti ini. Mitos2 ini sudah keterlaluan, 😬😬

Ada yang bilang, jika ada gerhana ibu hamil harus mandi tengah malem 😱😱😱. Hah... mandi malem ? Iya,,, mandi malem2. Buat apaan, supaya si anak lahir gak ada tanda hitam di kulitnya 😥 atau supaya si janin sehat aja di dalem sana. Nah loh, kenapa keselamatan seorang bayi di hubungkan dengan terjadinya gerhana ? Dan cara mencegahnya pun dengan mandi malem, apa hubungan nya coba 😭😭😭.

Ada yang bilang, jika ada gerhana ibu hamil harus sembunyi di bawah kolong ranjang sambil gigit pisau 😱😱😱. What the (...) hei ini lebih extrim dari mitos sebelumnya yes 👆👆... yang ada keluar kolong ranjang, kepala benjol lidah bercabang banyak kayak uler 😣😣.
Supaya apa ? Supaya anaknya lahir gak tompelan, hah... ? Iya... takut jika gak ngumpet anak nya lahir dengan tompel 😤😤

Ada juga yang nanya mak niat mandi gerhana apa ya ? 😱😱😱 saking galaunya 😲😲😲

Ada juga yang bilang kalo gerhana, ibu hamil harus gigit KAPAK di bawah kolong kasur/meja 😱😱😱 aku ulangi KAPAK 😱😱😲. keluar kolong lebar bibirnya udah nambah beberapa CM itu 😆😆😆 kocak..kocak...

Dan pasti masih banyak banget mitos2 yang gak aku tau, dan masih dipercaya dan tersebar di penjuru daerah.

Plis mak, plis mak, plis maaaakkkk...
Itu mitos loh mak, jangan bilang emak gak percaya tapi masih juga ngikutin mitos itu 😧😧

Jangan sembunyi dibalik orang tua ya, ✋ "aku gak percaya kok mak, aku cuma nurut omongan orang tua. Supaya gak durhaka"

NO... itu cuma alesan doang. Karena setau aku, Birrul walidain atau berbakti kepada orang tua itu sebuah kewajiban seorang anak. Kecuali jika orang tua menyuruh kita berbuat syirik kepada Allah SWT, kita boleh tidak menurutinya. Mitos2 begitu masuk dalam syirik kecil loh.

Masalah tompel ?
Tompel / tanda lahir Jika dilihat dari sisi medis, sebagian tanda lahir disebabkan oleh pembuluh darah yang terkumpul atau tidak tumbuh normal. Sementara tanda lahir lainnya timbul karena pigmen tambahan pada kulit. Untuk penjelasan lebih lengkap bisa baca disini 👉 http://www.alodokter.com/penyebab-timbulnya-tanda-lahir-pada-bayi dan disini 👉 https://id.theasianparent.com/mengapa-terdapat-tanda-lahir-pada-bayi/

Gak perlu takut anak lahir dengan tompel/tanda lahir, mereka tetap sempurna dan istimewa kok mak.

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

>> aku sama sekali gak keluar rumah buat liat itu gerhana, apalagi buat foto2in 😂😂 #emak2malesgerak
Tapi queen sama nenek kakeknya yang hebring 😄😄😆

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: Kalimat Penghancur Semangat ::

May 27, 2018 0 Comments

Entah apa yang anda pikirkan saat kalimat2 itu keluar dari mulut manis mu mak, kurang nya ilmu ? Aku rasa tidak dengan gelar yang ada di belakan nama mu.

Apa yang ada di benak mu saat itu mak ? Berusaha memberi pernyataan yang ternyata itu hanya argumen tidak pasti. Hanya berbagai kemungkinan-kemungkinan yang berasal dari pola pikir kalian sendiri.

Entah apa maksud dan tujuan anda saat berkata seperti itu mak ? Apakah maksud nya untuk memberi semangat ? Atau hanya sekedar basa basi ?

Mak... anda menghancurkan semangat seorang ibu untuk dapat memberi HAK ASI kepada buah hati nya 😢 hanya dengan melontarkan kalimat " Asi mu itu mungkin tidak berkualitas "

Mak... anda menghapuskan impian seorang ibu untuk merasakan indahnya proses MENGASIHI mak 😢 hanya dengan melontarkan kalimat " ASI mu itu tidak enak "

Mak... anda merampas kekuatan seorang ibu untuk bertahan dari sindrome babyblues yang sedang dia hadapi, hanya dengan kalimat " ASI mu itu basi "

Dan masih ada ribuan kalimat penghancur semangat lainnya beredar di sana sini 😤😤

Saat itu hati mereka sedang rapuh mak, saat itu pikiran mereka sedang galau mak. Mak tau apa itu baby blues ? Mak,,, anda kelihatan seperti perempuan kekinian, dengan hp canggihmu itu pasti bisa mengulik dengan rinci apa itu baby blues.

Susah payah suami mereka mendorong, memberi semangat, berjuang menghadapi psikologis istri pasca melahirkan.

Susah payah keluarga memberi kekuatan agar ibu tersebut keluar dari tekanan2 yang ada.

Anda datang, dengan berbagai macam argumen sembarang. Kemungkinan-kemungkinan yang menghancurkan harapan mereka, menghancurkan semangat mereka.

Jika anda tidak tau, maka diamlah. Jika anda tidak yakin maka bungkamlah.

Yang mereka butuhkan adalah dorongan semangat, bukan tekanan.

Teruntuk kalian, dimohon dengan sangat diamlah atau menjauhlah. Mereka tidak butuh tekanan, mereka butuh dorongan semangat.

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

May 27, 2018 0 Comments

❤ Ada 12 jenis pola asuh yang perlu emak2 ketahui, bisa di baca lengkap disini 👉 https://id.theasianparent.com/berbagai-istilah-pola-asuh-anak-dan-parenting/ dan saya tertarik dengan beberapa jenis pola asuh salah satunya parenting no 13.

👉Parenting Lumba-lumba (Dolphin parenting)

Ciri-cirinya:
➡Orangtua menghindari perencanaan kegiatan yang berlebihan bagi anak-anak mereka, menahan diri untuk tidak terlalu overprotektif, dan memperhitungkan keinginan, cita-cita, dan tujuan anak.
➡Orangtua dapat memperlakukan setiap anaknya secara berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kepribadian dari masing-masing anak.
➡Anak-anak mempunyai keterampilan sosial, percaya diri, kreatif, mudah beradaptasi, dan termotivasi untuk mengembangkan dirinya.

❤ Saya memilih untuk menerapkan gaya pola asuk Demokratis, gaya pengasuhan seperti ini menetapkan aturan dan pedoman untuk anak-anak mereka, tapi tidak otoriter. Orang tua jauh lebih terbuka untuk mendengarkan perkataan anak dan memahami kebutuhan mereka. Jika melanggar aturan, anak-anak akan ditegur dengan cara halus dan tidak menggunakan kekerasan.

Meski memantau dan mengawasi perilaku anak-anak, orang tua tidak akan ikut campur dalam kehidupan anak misalnya ketika mencari teman. Orang tua baru akan ambil langkah jika merasa anak dalam keadaan bahaya. Pola ini dianggap sebagai gaya pengasuhan paling ideal dan paling umum dilakukan. Sumber 👉👉 https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/jenis-pola-asuh

❤ Menurut pembahasan pada artikel https://id.theasianparent.com/4-cara-mendidik-anak-supaya-mendengar-perintah-anda/ ada 4 cara mendidik anak agar mendengan perintah kita

Berbagai teori cara mendidik anak sudah Anda terapkan, tetapi perintah Anda sering tidak digubris. Anda tidak sendiri.
Problem ini sepertinya menjadi masalah utama orang tua jaman sekarang. Jangan biarkan ini terjadi terus menerus, karena anak akan manja dan merasa semua keinginannya harus dipenuhi. Lalu, harus bagaimana cara mendidik anak agar mereka mau mendengar perintah Anda?

1. Dengarkan Mereka

Meski Anda memberi perintah, bukan berarti Anda tidak mendengar keluhan mereka. Mereka mungkin capek belajar, sedang tidak enak hati dengan suasana sekolah, misalnya, atau masalah apa saja yang mereka alami.

Mau mendengarkan, adalah kunci dari cara mendidik anak yang baik. Jika Anda menunjukkan sikap mau mendengar keluhan mereka, atau menangkap kesan bahwa mereka sedang kesal dengan masalah mereka, maka mereka pun akan mendengar perintah Anda.

2. Panggil Nama Mereka

Teriakan tidak pernah menjadi cara mendidik anak yang disarankan karena hanya akan membangkitkan emosi. Anda pun tidak ingin diteriakin oleh bos hanya karena Anda diminta melakukan hal sepele, kan?

Pastikan Anda memanggil nama mereka, di mana mereka bermain. Saat yang dipanggil menoleh dan memerhatikan Anda, katakan apa yang Anda mau dari mereka.

3.Tatapan Mata

Tatapan mata memiliki kekuatan untuk menunjukkan perasaan. Saat orang tua menatap mata anak, maka anak akan melihat bahwa orang tua mereka memberi perhatian, bukan amarah.

Dengan menatap mata anak, Anda paham apakah mereka benar-benar mendengar atau cuek dengan perintah Anda. Dengan menatap mata anak, Anda menunjukkan bahwa Anda peduli dengan mereka dan mendengar apa yang mereka rasakan.

4. Introspeksi diri

Terkadang orang tua lupa bahwa mereka pun sering ingkar janji. Dari semua teori cara mendidik anak, introspeksi diri sering terabaikan oleh orang tua. Bagaimana mungkin anak akan mendengar perintah orang tua, jika sang orang tua kerap tidak konsisten dengan ucapannya?

Kata-kata kita pun tidak sakti lagi. Kita sering memarahi anak karena melakukan suatu hal yang sebenarnya sering kita lakukan sendiri. Ini yang benar-benar harus diperhatikan orang tua dalam mengaplikasikan ragam teori cara mendidik anak.

❤ Hak anak dalam pendidikan

Berkaitan dengan pendidikan agama, ada beberapa hal yang harus orang tua lakukan antara lain
1. Memberikan nama yang baik.
2. Diakikahkan dan dipotong rambutnya (akan lebih baik dilakukan pada hari ketujuh).
3. Ada hak anak yang tertambat pada ayahnya yaitu mendapat pengajaran budi pekerti yang luhur, menulis, dan latihan fisik yang menyehatkan badannya serta diwarisi harta yang halal.
Yang saya kutip dari 👉👉 https://id.theasianparent.com/pesan-rasullullah-tentang-tata-cara-mendidik-anak/

❤ Menurut 👉👉 http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/mendidik+anak+tanpa+kekerasan

Kita memang manusia biasa yang tidak lepas dari berbagai emosi, stres, dan rasa marah. Tapi, kekerasan, apa pun alasannya, tidak boleh dilakukan terhadap anak. Apa yang sebaiknya kita lakukan agar tidak melakukan kekerasan terhadap anak?

1. Jadi orang tua profesional.
Kalau menjadikan peran orang tua sebagai profesi, kita memiliki perencanaan, program, peningkatan kualitas, dan peningkatan karier. “Jadi, kita akan melakukannya dengan tanggung jawab dan kesadaran untuk melakukan peningkatan,” kata Seto.

2. Lakukan dialog terus menerus dengan anak.
Ketimbang memaksakan kehendak kita yang bisa berakhir pada tindak kekerasan pada anak, sebaiknya gali potensinya, dengarkan pendapatnya, sehingga ditemukan minat, bakat, dan tipe kecerdasannya. “Catat semua perkembangan anak, lakukan analisis. Semua informasi ini menjadi bahan diskusi keluarga bersama anak. Salah satu hak dasar anak adalah berpartisipasi dan didengar pendapatnya,” kata Seto.

3. Kelola amarah Anda.
Ketika muncul rasa marah, jangan meledakkannya di depan anak. Menjauhlah dari anak, ledakkan di luar dengan kegiatan-kegiatan lain yang lebih berguna, seperti olahraga. Bahkan, menyanyi, mencuci piring, menata lemari buku bisa menyalurkan amarah kita. Anak boleh tahu, kok, orang tuanya sedang marah.
Tapi lebih penting lagi mereka tahu bagaimana mengelola amarah dengan baik dan tidak merusak suasana lewat contoh. Ingat, dengan membentak saja, sel-sel saraf anak sudah banyak mengalami gangguan. 

4. Move on!
Kalau kekerasan adalah cara orang tua mendidik Anda, percayalah, itu cara yang tidak boleh Anda terapkan terhadap anak. Kekerasan bukan cara efektif mendidik anak, merusak mental anak, merusak hubungan Anda dengan anak, rentan menjadi kekerasan lebih hebat.

5. Kekerasan adalah masa lalu Anda. 
Cari informasi-informasi terkini tentang pendidikan dan pengasuhan anak. “Ini agar Anda tahu ada cara-cara yang lebih baik untuk mendidik anak. Kata Maya Angelou, only when we know better, we do better,” kata Suha.

🔜 masih bersambung yes 😄😄

#elatiaraputri

:: Overstimulasi akibat bercanda terlalu heboh ::

May 27, 2018 0 Comments

Observasi kenapa queen di hari2 tertentu tidur berantakan, tengah malem bangun, rewel, tidur gak nyenyak, sebentar2 kebangun dan nangis.

Kejadian tadi malem, jam 4 pagi bangun dan nangis kenceng banget. Emak kaget, kepala langsung puyeng 😂😂

Queen udah tidur lagi jam 7 pagi, emak mikir kenapa lah nih anak. Gak biasanya begini, demam enggak, ditanya ada yang sakit enggak.

Oalah jebulnya karena sebelum bobo queen bercanda nya berlebihan, maen sama nenek, kakek nya terlalu seru. Ketawa sampe jungkir balik, lari sana sini, main gelitik2kan sampe ketawa nangis2.

Bermain bersama bayi/anak merupakan salah satu bentuk stimulasi yang bisa kita berikan pada bayi/anak. Namun, saat porsi stimulasi tersebut terlalu besar, yang terjadi adalah " Overstimulasi "

Apa itu overstimulasi ? Overstimulasi adalah suatu keadaan dimana bayi/anak merasa kelelahan dan bosen akibat stimulasi yang di terimanya terlalu berlebihan.

Bila diperhatikan, bayi yang mengalami overstimulasi akan memberikan tanda-tanda yang bisa kita pahami. Beberapa tanda tersebut, antara lain :

1. Bayi memalingkan muka dan menghindari kontak mata.
2. Bayi cenderung lebih sering menangis, rewel dan sulit ditenangkan.
3. Saat bayi menangis, tidak ada perubahan intonasi dan intensitas tangisan bayi.
4. Bayi seringkali tertidur saat menyusu, meskipun belum merasa kenyang.
5. Bayi sering menguap sambil merengek.
6. Bayi seringkali berperilaku seperti saat ia sedang lapar atau ingin menyusu.
Sumber 👉👉 http://mommiesdaily.com/2017/04/24/6-tanda-bayi-overstimulasi/

Untuk anak seumuran queen (+2 tahun), Menurut Dra. Mayke S. Tedjasaputra, MSI, Play Therapist dan Star Pengajar Fakultas Psikologi UI, ada beberapa penyebab yang mungkin terjadi.

"Gejala anak menangis saat tidur malam dan baru diam ketika didekati, hampir dipastikan menjadi pertanda bahwa anak mengalami mimpi buruk," ujarnya seperti dilansir dari Tabloid Nakita.

Jika kondisi ini terjadi hampir setiap hari, maka perlu pengamatan lebih cermat, apa saja kegiatan yang dilakukan anak sejak pagi sampai malam hari.

Dengan siapa dia bermain, apakah dia mendapat tekanan dari teman mainnya, atau pengasuhnya?
Ataukah permainan yang dilakukan bersama si kecil terlalu “heboh”, sehingga di malam hari (Ini yang terjadi sama queen beberapa kali dan berulang setiap setelah queen bermain dan bercanda terlalu hebring 😅😅) dan ini salah satu alasan paling logis. Karena selama ini yang aku denger sih mitosnya karena sawan dll 😂
Sumber 👉👉 http://nakita.grid.id/read/0224493/kenali-penyebab-anak-yang-kerap-menangis-tengah-malam-saat-tidur?page=all

Gangguan tidur pada anak seperti malam gelisah, tidur bolak-balik dari ujung ke ujung, sering terbangun, rewel dan mengigau lebih sering terjadi pada usia 6 bulan sampai dengan 2 tahun. Di atas usia 3 hingga 5 tahun semkian berkurang. Sedangkan diatas usia 7 tahun semakin jarang. Pada beberapa kasus gangguan tidur ini menetap hingga dewasa. Parasomnia seperti ini disebut night terror, sleep terror, pavor nocturnus atau teror malam. Penderitanya berusia antara 2 – 5 tahun, dan biasanya hilang dengan sendirinya saat berusia 7 tahun. Insomnia adalah gangguan untuk memulai tidur dan mempertahankan kualitas tidur yang disebabkan berbagai faktor.

Selain karena bermain dan bercanda yang berlebih sehingga membuat overstimulasi, ada beberapa jenis gangguan tidur lain nya 👇👇👇

JENIS GANGGUAN TIDUR LAIN
❤Somnambulisme adalah suatu keadaan perubahan kesadaran, fenomena tidur-bangun terjadi pada saat bersamaan. Sewaktu tidur penderita kadang melakukan aktivitas motorik yang biasa dilakukan seperti berjalan, berpakaian atau pergi ke kamar mandi, berbicara, menjerit, bahkan mengendarai mobil. Akhir kegiatan tersebut kadang penderita terjaga, kemudian sejenak kebingungan dan tertidur kembali. Ia tidak ingat kejadian tersebut.
❤ Night terror biasanya terjadi pada sepertiga awal tidur, dengan gejala tiba-tiba terbangun tengah malam disertai teriakan, kepanikan atau menangis disertai ketakutan dan kecemasan dengan menangis histeris dan pandangan yang mengarah ke satu titik seolah-olah takut akan sesuatu yang tak terlihat, pada kejadian seperti ini banyak sekali yang menghubungkan dengan hal-hal mistis. Penderita kadang terjaga tetapi mengalami kebingungan dan disorientasi. Pada saat serangan sulit dibangunkan atau ditenangkan.
❤ Sedang nightmare adalah tidur dengan mimpi yang menakutkan. Akibat mimpinya yang menakutkan itu penderita akan terbangun dalam keadaan ketakutan. Mereka yang sering mengalami episode nightmare dalam hidupnya mempunyai risiko yang lebih besar untuk mengalami gangguan skizofrenia, namun juga mereka ini adalah orang yang kreatif dan artistik.
❤ Mudah Tertidur (Hipersomnia) Gangguan akibat tidur yang berlebihan disebut hipersomnia. Yang termasuk kelompok ini antara lain sleep apnea, narkolepsi, nocturnal myoclonus, OSA, dan sebagainya. Jika seseorang tidak dapat tidur dalam, tahap REM pun tidak akan terjadi, ketika bangun merasa lelah. Gejala utamanya mengantuk di siang hari.
❤ Narkolepsi merupakan keinginan tidur yang tidak tertahankan pada siang hari, meski tidur malamnya cukup.Bisa menyerang laki-laki maupun perempuan dewasa dan muda.
❤ Nocturnal myoclonus adalah keadaan dimana terdapat pergerakan periodik dari tungkai ke bawah ketika tidur.
Sumber 👉👉 https://sleepclinic.wordpress.com/2009/05/01/gangguan-tidur-pada-anak/

Disini emak nya queen belum nemu cara mengatasi nya, tapi sepertinya tindakan awal emak akan mengurangi aktifitas bercanda queen yang berlebihan sebelum bobo. Semoga berhasil yee makemak 💪💪

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: BABYWALKER, BAHAYA KAH ? ::

May 27, 2018 0 Comments

Hehehe... mau bahas masalah babywalker atau biasa di sebut apollo, roda-rodaan, sepeda roda4 (😅 apa lagi ya sebutan nya 😂😂)

Queen sempet make babywalker loh mak, karena aku yang dulu bukan lah yang sekarang 🎤🎶🎶 ... apaan sih 😅

Aku pas jaman old masih cuek sama ilmu2 baru, masih menerapkan konsep " ah, masa sih... " orang lain itu keliatan baik2 aja 🙈🙈

Ternyata keliatan sekarang efek nya 😧😧

IDAI ( ikatan dokter anak indonesia ) tidak menyarankan penggunaan BW karena banyak alasan, bisa di baca disini yes 👉👉 http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/penggunaan-baby-walker
➡ Baby walker tidak menolong bayi untuk berjalan lebih cepat daripada bayi yang tidak memakai walker. Baby Walker justru mengurangi keinginan anak untuk berjalan, karena adanya alternatif yang lebih mudah, yaitu berkelana dengan Baby Walker tersebut. Baby Walker juga menguatkan otot yang salah. Kedua tungkai bawah memang diperkuat, tetapi tungkai atas (paha) dan pinggul tetap tidak terlatih. Padahal tungkai atas dan pinggul sangat penting untuk berjalan. Jadi pemakaian Baby Walker tidak bermanfaat untuk melatih anak berjalan.

Selain itu baby walker juga mengakibatkan bayi tidak dapat melihat kaki dan anak kakinya. Bayi tidak mempelajari cara untuk mengimbangkan tubuh. Bayi-bayi itu sering berdiri dengan ujung jari kaki, yang mungkin mengakibatkan otat yang tegang dan mengajar bayi untuk berjalan pada ujung jari kaki.

❤ Pas make BW queen lebih sering mendorong BW dengan menggunakan tumit kaki kiri, mungkin karena queen merasa kaki kiri lebih seterong ketimbang kaki kanan. Dan ternyata memang kelihatan ya efek nya. Bentuk tumit kaki kiri queen miring ke dalem, bisa dilihat di foto 👇👇👇

❤ Saran emak queen, lebih baik biarkan anak melewati fase mileston (tahap perkembangan nya) tanpa bantuan BW. Biarkan anak belajar berjalan dengan alami tanpa BW, bisa gunakan push walker, galon air, kursi bakso, atau apapun barang yang bisa anak dorong2 untuk melatih mereka berjalan.

Yang kelihatan baik2 saja belum tentu itu baik, jelas emak queen ngalamin sendiri kok.

Nb : emak queen belum konsul ke dokter anak/orthopedi tentang bentuk tumit queen ini, hanya melihat kebiasaan queen lewat video2 saat queen pake BW.
Insyaallah setelah emak konsulkan, emak update lagi wokeh 😉😉

🙈🙈 abaikan sendal buluk queen, abis dari kasih makan ikan di kolam 😂😂

Update >> untuk konsultasi ke dokter umum belum umi laksanakan. Karena pas kemaren imunisasi, queen udah hebring gak bisa ditenangin. Si abi kurang ngerti, jadi nya kita pulang dengan tangan hampa 😧 tapi ada info dari mak #dewinurfiana kalo harusnya langsung ke dokter dokter rehabilitasi medik/ikfr untuk penanganan dan konsultasitumit queen. Jadi doakan secepatnya umi ada waktu ajak queen untuk konsul ya makemak 🙏🙏

#masihbersambung
#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Lanjutan update setelah beberapa bulan

Hai...hai...
Para mamak cinta ku 😍😍
Pasti pada nungguin lanjutan postingan mak uin yang ini toh👇👇👇
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10208979910215284&id=1842472135

Jeng...jeng...jeng...

Tadi jam 8 pagi mak uin cus ke RS, poli orthopedi nya ruame hari ini. Mak uin ngantri lama banget, oh iya sebelum bahas tentang diagnosa dan penanganan apa untuk kondisi tumit uin yang miring ke dalem itu. Ada cerita lucu nih, perlu banget mak uin ceritain.

Selama duduk di kursi tunggu, uin sama sekali gak bisa diem. Aktif ruaaaar biasyaaah, duduk 5 detik terus berdiri, terus lari keluar, masuk lagi, duduk lagi, pindah duduk, berdiri lagi, keluar, masuk lagi berulang-ulang sampe umi dan abi nya kehabisan nafas 😥😥

Nyali nya full power banget, ketemu dokter lewat di tegor, di ajak ngobrol, di ajak tos-tosan. Pas awal daftar ibu di ruang pendaftaran di ajak ngobrol, pas bayar juga ibu dan bapak di ruangan itu di ajak ngobrol. Ketemu kakek-kakek di ajak ngobrol, ketemu om di sapa, ketemu anak-anak di jawil. Hadeeeh... udah kayak selebritis aja dese.

Eh tibalah saat nya

👩 : queenbe yesha azzalea nama nya di sebut pake pengeras suara,

Tetiba nyalinya menciut, sembunyi di ketek abi nya. Bibir mewek, gak mau masuk ruangan.

Abinya bilang " Gak apa-apa kan ada abi, uin gendong abi aja"

Mau dia masuk, duduk nunggu giliran. Ada beberapa pasien juga di dalam ruangan itu.

Giliran diperiksa uin spontan bilang
"Maaf dok..."
"Ampun dok..." berkali-kali

Wakakakak...

Ya jadilah seruangan ketawa semua 😆😆😆

Cus balik ke permasalahan inti

1. Umi di tanya ada keluhan apa, umi ceritain semua nya lengkap.
2. Uin di suruh buka celana nya, mungkin supaya keliatan jelas dimana letak masalah nya.
3. Kaki uin di periksa, di pegang, di puter2 gitu kayak memastikan sesuatu sama terapis nya. Kaki kanan dan kiri nya diperiksa semua.
4. Uin di suruh jalan lurus kedepan, dan balik lagi. Buat ngecek apakah kaki uin napak sempurna atau jalan nya ke ganggu apa gak.

Hasilnya

✔ Ternyata kaki kiri uin memang bermasalah tapi tidak menimbulkan efek yang terlalu besar untuk kegiatan berjalan uin. Bisa di katakan masih dalam kondisi normal, hanya tidak senormal kaki kanan nya. Karena memang tumit yang kiri lebih condong miring kedalem di banding tumit kaki kanan.
✔ Kaki nya juga menapak dengan sempurna, dan tumit yang miring hanya bagian tumit nya saja tidak seluruh bagian telapak kaki. Jadi masih termasuk dalam kategori normal.
✔ Tidak harus memakai sepatu khusus, tidak harus di terapis.
✔ Supaya normal seperti bentuk kaki kanan nya, uin harus sering-sering dipakein sepatu aja.
✔ Dan kondisi tumit uin yang seperti itu memang bisa di karenakan pemakaian BW, karena dari cerita umi uin kemaren kan uin pake bw duduk santai sambil dorong-dorong BW pake tumit kaki kiri.
✔ Pesan dari terapis rehabilitasimedik nya, ada baiknya untuk melatih berjalan pake benda yang memang melatih anak berdiri tanpa ada batuan tempat duduk. Karena sebagian anak ada yang lebih suka bersantai ria dengan dorong-dorong si BW ini menggunakan kaki. Atau malah mendorong BW dengan ujung jari kaki/menjinjit.
✔ Jika emak merasa ada yang gak beres dengan kondisi kaki anak, ada baiknya diperiksakan. Jangan mendIagnosis sendiri, jadi akan lebih tepat penanganan nya.

Cuma itu aja sih yang di jelasin terapis nya tadi,
Yang ditekan kan 👇👇
" Persering pakein sepatu aja "

Alhamdulillah kondisi uin gak ada yang perlu di khawatirkan 😊😊

Terimakasih atas apresiasinya menshare postingan mak uin, salam hangat selalu mamak-mamak ku tersayooong 😍😍

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: BUKAN BULLY ::

May 27, 2018 0 Comments

Mak uin, kamu kalo posting kok membully ibu2 sih mak ?
Jangan ibu2 nya aja dong yang di bully terus, karena ibu2 pasca melahirkan itu butuh dukungan dari orang lain. Terutama suami dan keluarga nya, mak tau gak ibu pasca melahirkan itu rentan kena sindrom baby blues mak.

Mereka juga butuh dukungan suami dan keluarga, kalo mak uin membully mereka terus nanti makin terpuruk psikis nya mak.

Bisa gak sih mak pake kata2 yang lebih halus mak, itu kasar banget loh mak.

Mak uin, kalo mau membully itu jangan ke si ibu mak, hati mereka masih rapuh. Bully juga dong orang2 sekitar nya,

Perlu saya tekankan disini SAYA TIDAK BERNIAT/BERMAKSUD MEMBULLY ya mak emak. Ini tergantung dari sudut mana anda memaknainya.

Mak seorang suami yang sepenuhnya mendukung istri untuk tetap memberi asi, walau bagaimanapun kondisi psikis si istri suami akan selalu menguatkan dan memberi dukungan. Mak, suami yang seperti itu butuh ilmu tentang per-ASI-an mak, setidaknya si bapak perlu tau dulu manfaat ASI bagi bayi. Karena banyak loh bapak2 yang menyerah dan menganjurkan si ibu untuk memberi pengganti asi karena mereka minim ilmu.

Mak keluarga dekat yang sepenuhnya mendukung ibu tetap memberi ASI, walau bagaimanapun kondisi psikis si ibu saat itu keluarga akan selalu menguatkan dan memberi dukungan. Mak, keluarga yang seperti itu butuh ilmu tentang per-ASI-an mak, setidaknya mereka perlu tau dasar2 ilmunya dulu. Karena dengan berbagai mitos yang ada, yang membuat mereka lebih memilih pengalaman2 orang jaman dulu ketimbang memberi dukungan penuh untuk si ibu tetap mengASIhi si bayi.

Suami dan keluarga itu diposisi sebagai pemeran pendukung, dan pemeran utama nya adalah si emak. Di mana emak yang berperan penting atas sukses dan tidak nya sebuah alur cerita, dimana emak dengan berbagai tekanan harus bisa membangun kekuatan agar semua berjalan sesuai skenario nya.

Kekuatan itu akan dibangun dengan ilmu mak, dimana pasca melahirkan emak terkena sindrom babyblues. Sedikit ilmu saja akan menyelamatkan mu mak, nah disini lah bantuan datang dari suami dan keluarga yang membuat kokoh bangunan kekuatan yang qmu bangun mak.

Cerita dari seorang teman, teman yang aku kenal
" Iya mak Queen,baby bluesku itu lebih kepada trauma yang sebelumnya niatku sangat kuat buat asi tapi waktu itu aku belum mengerti *manajemen laktasi*. Ditambah masalah mitos yang masih ada disekitarku, belum masalah2 yang lain. Banyak faktor yang membuatku gagal mengASIhi "

Siapa yang salah, bukan teman saya ini, bukan pula keluarga dan suaminya. Letak kesalahan nya karena minimnya ilmu, yang akhirnya menghancurkan niat kuat nya untuk mengASIhi bayi nya.

Apakah ibu salah ? Apakah suami salah ? Atau keluarga salah ? tidak ada yang salah disini. Aku pun tidak pernah menyalahkan siapapun, aku hanya menyayangkan. Sayang sekali minim nya ilmu membuat seseorang gagal mengASIhi.

Siapa yang berperan memberi tau ilmu2 itu ke suami dan keluarga ? Iya, si calon ibu.

Calon ibu baru harus menyiapkan semua nya dengan sangat matang, terutama ilmu menajemen ASI. Apa yang calon ibu lakukan setelah itu, memberi tau kan dasar2 ilmu itu kepada suami. Jika memungkinkan kepada keluarga dekat juga, jadi suami dan keluarga tidak termakan mitos2 yang ada.

Kenapa harus ibu ? Kenapa bukan suami yang belajar sendiri. Kenapa bukan keluarga dekat yang belajra agar mengerti ? Karena ilmu itu bagi ibu akan menjadi tameng ketika nanti dihujani rentetan peluru mitos, dihujanan peluru panik, ribuan peluru khawatir.

Tameng itu tidak kokoh karena pasca melahirkan si ibu terkena sindrom babyblues. Gak perlu khawatir jika suami dan keluarga ikut sebagai pengkokoh tameng itu, dan itu juga karena ilmu mak. Kalo tanpa ilmu bisa jadi mereka yang jadi penghancur awal tameng itu.

Rasa khawatir dan kepanikan lah yang malah akan memperparah kondisi ibu2 pasca melahirkan, dengan ilmu setidaknya ibu akan tercerahkan.

Ini cerita singkatku dengan makren, seorang ibu yang sukses relaktasi saat usia anak nya 4 bulan. Sebelumnya si bayi kenal dot dan sufor loh, karena makren mengakui minimnya ilmu yang akhirnya memperparah kondisi nya.

[19/2 12:51] Makren: Pas kanza lahir ya eta emaknya bloon lagi ngertinya cuma nyusui,,tp yg masuk putingnya doank😂😂😂,,ya ucal ucul trussss gelagepan si kanza...nangis malem2 ga berhenti2 sampek mukanya merah,,trus gitu sampek subuh,,karna saya kelelahan akhirnya paksu minta sufor ke perawat tp ga di bolehin terus paksu marah2😂😂😂akhirnya paksu di suruh ttd pernyataan,akhirnya di kasih deh itu sufor sama dot
[19/2 12:52] Makren: Trus berlangsung sampai pulang ke rumah😂😂😂
[19/2 12:52] Makren: Sampek rumah masih ga bisa nyusu,,kata ...... susuku ga enak
[19/2 12:52] Makren: Susuku sedikit
[19/2 12:52] Makren: Susuku kempesss
[19/2 12:52] Makren: Trus gara2 ga mau minum jamu jd susunya amis😝😝😝
[19/2 12:52] Makren: Jd nya stressss ya uda kanza tak kasih ke mbahnya
[19/2 12:53] Makren: Aku nangis di pojokan kamar
[19/2 12:53] Makren: Jd otomatis klo kanza di pegang mbahnya ya sufornya di pakek

Tapi dengan kegigihan makren di tambah waktu itu dia masuk grup2 yang pro ASI, makren dapet banyak ilmu masalah ASI dan relaktasi dari sana. Dan lambat laun mulai kokoh lagi tameng nya, sukses mengASIhi si kanza sampe sekarang usia nya 26 bulan. Karena apa makren bisa sukses relaktasi ? Karena ilmu mak, makren bangun kekuatan karena ilmu dan niat untuk mengASIhi si kanza.

Dukungan suami dan keluarga memang sangat penting, tapi yang membangun tameng pelindung ya tetap tidak bisa di alihkan. Calon ibu itu sendiri yang harus membangun tameng untuk melindungi, dan diperkokoh oleh dukungan suami dan keluarga.

Itu lah spesialnya jadi ibu, selalu dituntut untuk berilmu berpengetahuan luas. Karena ibu pemegang peran utama suksesnya sebuah alur cerita 😍😍

Nb : aku mencoba memaknai ini dari sudut pandang ku sendiri, tidak memaksakan orang lain memaknai dari sudut pandang yang sama 🙏🙏

Dan setiap postingan saya menekankan untuk calon2 ibu baru semangat belajar dan mencari ilmu. Bukan membully atau menyalahkan.
Disini kondisi ibu pasca melahirkan beda2 ya mak, tapi setidaknya ilmu yang dimiliki ibu2 baru itu dapat meminimalisir tekanan2 saat dalam kondisi baby blues. Tak lupa pula, pesan saya untuk ajak para suami belajar bersama, agar tameng yang dibangun lebih kokoh 😉😉

#sekalilagisayatidakbermaksudMEMBULLY
#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: Salahkah memberi nutrisi tambahan selain asi (sufor) ? ::

May 27, 2018 0 Comments

Beberapa waktu lalu ada perbincangan singkat antara aku dan seorang konselor laktasi (mak ifa) pasti udah pada kenal toh sama mak kece 1 ini 😆😆

Aku 😫 : Assalamuallaikum mak ifa, apakah bisa sufor dijadikan sebagai nutrisi tambahan selain asi ?

Mak ifa 👩 : Waalaikumsalam
Bisa, bila benar ada indikasi medis. Dan ini dibawah pengawasan dokter, jadi takaran sufornya dari Dsa, bukan asal beli.

Mak ifa 👩 : Itu kenapa seharusnya pembelian sufor harus menggunakan resep dokter.

Untuk bayi sehat, si emak bisa memproduksi ASI, dan normal tanpa indikasi medis yang mengharuskan pemberian nutrisi tambahan 👇👇

Mak ifa 👩 : Nutrisi tambahan apa lg mak? Ibaratnya di asi itu ad nutrisi a smp z. Mau di tambahi apa lg?

Mak ifa 👩 : Justru dg pemberian sufor bs menyebabkan nutrisi2 dari asi tak terserap dg baik krna di mix dg sufor itu.

🚦 ini aku tulis yang penting2 aja ya mak, sisanya ada rumpi2 cantik nya 😂😂

Nah loh, pemberian nutrisi tambahan selain ASI (sufor) TIDAK DILARANG JIKA ADA INDIKASI MEDIS yang mengharuskan bayi di bantu sufor.

Di luar jalur medis, pemerintah Indonesia membuktikan komitmennya dalam menurunkan angka kematian bayi dan mendukung pemberian ASI eksklusif dengan mengeluarkan Undang-Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009, pasal 128 yang menekankan hak bayi untuk mendapat ASI eksklusif kecuali atas indikasi medis dan ancaman hukuman pidana bagi yang tidak mendukungnya, termasuk diantaranya para petugas kesehatan.

Dalam penjelasan artikel dari IDAI (Ikatan dokter anak indonesia) sufor boleh diberikan atas indikasi medis. Bisa di baca disini mak kondisi seperti apa saja sehingga sufor boleh diberikan ke bayi 👉👉 http://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-susu-formula-pada-bayi-baru-lahir

Kesimpulan pada artikel di atas 👆

Kecuali pada keadaan khusus, bayi cukup bulan sehat tidak memerlukan tambahan susu formula asalkan bayi diberi kesempatan untuk segera menyusu dan tidak dipisahkan dari ibunya.

Bila dianggap perlu, harus diingat bahwa tujuan pemberian tambahan susu formula adalah memberi nutrisi bayi sementara masalah diatasi.

Proses menyusui dan menyusu antara ibu dan bayi perlu dinilai oleh seseorang yang memahami manajemen laktasi dan bila perlu berikan intervensi.

Di rumah sakit, sebaiknya ada informed consent bila hendak memberi tambahan susu formula. Alasan pemberian, jumlah, cara pemberian dan jenis formula harus ditulis lengkap dan jelas.

Jadi gak sembarangan loh kita beli dan kasih ke anak 😉😉

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

May 27, 2018 0 Comments

Jangan jadi emak2 yang tidak punya ETITUT dalam bersosial media ya mak emak.

Contohnya gini ada postingan tentang cara penguburan ari2 menggunakan lampu dll itu masuk dalam syirik kecil. Terus qmu kometar di postingan itu dan nanya sama si pemosting " mak coba deh tanya ibumu dulu ari2 mu di kubur gimana ? " what the ... 😬😬😬

Apa maksud mu mak ? Coba deh miker...

Atau pas ada postingan tentang bahaya pemakaian bedak tabur dan si pemosting seorang dokter. Qmu komentar dengan entengnya " aku mau nanya yang buat artikel ini dulu sama emaknya di pakein bedak tabur gak ya ? 😬😬

Ada lagi postingan tentang bedong itu bertujuan hanya untuk menghangatkan bukan meluruskan kaki, membedong dengan ikatan kencang rentan cedera tulang panggul. Dan qmu komentar " coba qmu tanya emak mu, qmu di bedong nya gimana ?

Postingan tentang bahaya mpasi dini, di komentarin " mak tanya mak mu qmu dulu di kasih makan umur berapa ?"

Postingan tentang bahaya pemberian air putih di bawah usia 6 bulan, di komentarin " mak tanya mak mu, qmu dulu sebelum 6 bulan di kasih air putih gak, jangan2 malah qmu di kasih air tajin ya mak ?

Postingan tentang gurita udah gak disarankan lagi pemakaiannya, qmu komentar " mak tanya mak mu, waktu qmu lahir di guritain gak ?

Masih banyak lagi lah komen2 nodong di berbagai postingan yang isinya ilmu2 penting semua.

Komen nodong begitu apa tujuan nya mak ? Mau bilang secara halus kalo " alah qmu sok2 buat postingan begini, gak sadar apa qmu dulu digimanain sama orang tua mu " gitu... ?

Mak orang tua kita itu belom tau mana ilmu parenting yang bener, mereka belom tau cara yang bener merawat anaknya. Mereka masih sulit menjangkau info2 baru, mereka masih sulit untuk mengulik info tersebut.

Apa ya harus mata rantai itu berlanjut ke anak2 dan cucu kita ? Jika info itu bertujuan baik bagi kesehatan terutama keturunan kita nanti kenapa gak diterima dengan hati terbuka ?

Buat apa ada fakultas kedokteran, buat apa diadakan penelitian2 medis, buat apa ada nakes, buat apa ada sekolah, kalo qmu masih punya pikiran sekolot itu.

Kita hidup harus ada perubahan ke arah yang lebih baik, begitu juga tentang ilmu merawat anak, ilmu parenting anak.

Belajar itu bertujuan supaya kita pinter, supaya berwawasan luas. Tujuan mereka2 ini berbagi info agar kita bisa lebih mudah menjangkau info2 yang bermanfaat atau tidak untuk anak2 kita.

Nodong pertanyaan2 seperti itu buat apa coba mak ? Duh gemes aku sama seseemak golongan begitu 😈😈

Kalo masih ada emak2 penodong pertanyaan seperti di atas, otak nya kudu di cuci bersih pake pemutih pakaian. Supaya jernih, jadi kalo komentar dengan pertanyaan yang berbobot 😡😡

↔ Gak suka sama postingan nya lewatin
↔ Gak setuju sama postingan nya gak perlu di baca
↔ Merasa terganggu dengan postingan nya blokir
↔ Gak seide dengan postingan nya gak usah komentar

#asligedek
#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri

Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: Si Sakti yang salah persepsi::

May 27, 2018 0 Comments

Nulis ini sambil senyum-senyum sendiri, bukan mau ngebully ya. Ini bener terjadi di jaman dengan ilmu pengetahuan yang udah modern seperti ini. Dimana banyak ilmuan sedang meneliti planet lain yang bisa ditinggali layaknya bumi. Si sakti tetep pada posisi nya, berakar tanpa ada gerakan.

Oke ya kita mulai 😆😆

Eh aku ini si sakti, kalo anak sakit mata aku keluarkan jurus jilatan mautku. Dan... voilaaaa sembuh dong 😆😆. Okeh, jilatan maut ke mata dengan air liur basi. Sering dengar tak ? Pasti sering, 😄😄
Air liur itu gudang nya bakteri mak, ya iya lah bekas sisa makanan yang nyempil di gigi itu bnyak bakterinya. Belum lagi air liur perantara sangat baik dalam penularan penyakit.

Eh aku ini sakti, aku tau kalo anak dilahirkan untuk makan. Kalo anak newborn nangis, aku ngerti banget arti tangisan bayi. Pasti minta makan, ya aku supin lah pisang kerok. Aku tau si bayi nangis minta pisang kerok. Di bawah usia 6 bulan loh bu ? Iya ga apa2 lah, emang kenapa kalo dia di kasih makan. Wong anak nya yang minta 😤 oke fix ...

Eh aku ini sakti, aku tau loh kalo lama gak di nenenin ASI itu bisa BASI. Iya, nanti si anak keracunan ASI basi. Mending sufor mahal, semakin mahal semakin bagus. Hmm... 😥

Eh aku ini sakti, aku tau loh kenapa anak mu gak mau nenen. ASI mu itu gak enak, makanya makan tu di pantang. Ini apa aja dimakan, hasilnya asi mu gak enak tuh. Buang aja 😱😱

Eh aku ini sakti loh, apa yang aku makan bakal keluar dari asi ku. Kalo aku makan pedes, pup anak ku ada biji cabe nya 😆😆. Kalo aku minum dingin, anak ku langsung flu. Kalo aku makan panas, anakku mulutnya putih2 sariawan.
Yang lebih keren lagi, kalo aku makan genjer pup anak ku keluar genjer loh 😱😱 (bahasan ini pernah heboh di grup 😆😆😆)

Aku sakti toh, masih banyak kesaktian2 akoh. Kalo di tulisin bisa kemeng tangan mak nya queen 😜😜

Oke fix, si sakti mana ya ... ? Mau nanya no togel bisa gak sih 😂😂

#intermezzo
#CandaanUmiQueenbe
#elatiaraputri
#mosokyodicopasjugongkoakunangisguling2

Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: JANGAN JADI EMAK-EMAK USIL ::

May 27, 2018 0 Comments

Ini sebenernya kejadian udah lama, cuma lupa terus mau di bikin tulisan buat emak2 kece akoh.

Kalo gak salah waktu itu hari jum'at, aku mau imunisasi cacar air si queen. Di anter sama nenek queen naek angkot 😆😆 asooyy...

Di angkot ketemu sama ibu muda (kita sebut saja melati) bawa  baby usia 7-8 bulan yang cantik, gembul, lucu 😍😍

Ternyata di tengah perjalanan ada uwak yang kenal sama si melati, di tegurlah sama si uwak tadi.

👵 : eh, melati mau kemana ?
👩 : mau ke .... (aku gak denger, karena gak merhatiin bener)
👵 : wah, anak nya udah gede ya, umurnya berapa ?
👩 : sekian wak, uwak mau kemana ?
👵 : berapa kg beratnya, pipinya sampe kayak bakpau 😄, uwak mau ke pasar nih.
👩 : sekian kilo wak...
👵 : pantes gembul bener ya.. sambil jawil2 pipi gembul si anak
👩 : iya wak, asi sama makan nya banyak...
👵 : oh pantes, oh iya qmu ini anak si bapak itu kah ?
👩 : bukan wak itu si mawar anak nya ada yang kecil laki2 wak (tetangga si melati juga dan uwak ini kenal)
👵 : kirain uwak qmu itu mawar ? Anak si mawar seumuran anak mu juga kan ya ?
👩 : oh enggak wak, dia udah 1 tahun lebih. Anak ku baru sekian.
👵 : (sambil ngangguk2) uwak ada liat dia lari2 di halaman. Udah kuat jalan nya ternyata.
Dari sini semuanya dimulai
👩 : ah belum wak, baru2 ini dia bisa jalan udah setaun lebih. Pas setau belum sama sekali, mana si anak kecil sampe kesian aku liatnya. Anak ku sekarang aja udah mulai berdiri sendiri, si dia baru2 ini aja bu bisa jalan nya.
Aku langsung ngelirik ke mereka sambil pasang muka bego 😩😩
👵 : uwak liat udah lama, uwak kira seumuran sama anak mu.
👩 : enggak wak, tua dia jauh. Tapi emang badan nya kecil banget jadi keliatan seumuran. Bb nya lebih berat anakku, padahal usianya jauh beda... sering ketemu di posyandu. Baru2 ini kok wak bisa jalan, kemarena2 masih ngesot.
👵 : oh... dan gak dilanjutin lagi
👩 : aku turun duluan ya wak.

Bisa dilihat penjelasan si melati ini tentang tumbuh kembang anak orang lain, padahal si uwak gak nanya itu loh.

Salah nya si uwak disini buka percakapan yang bahas masalah anak2 😆

Kenapa jawaban dari pertanyaan yang singkat bisa sepanjang itu dan merembet kemana2 ? Apakah melati merasa tersaingi ? Karena anak tetangga sudah bisa berjalan, sedangkan anak nya belum ? Gak bisa nebak juga apa maksud dan tujuan nya. Padahal jelas dia tau usia anak nya dan anak tetangga juga beda jauh.

Kemungkinan si melati tidak paham bahwa anak itu unik, anak punya waktu untuk tumbuh dan berkembang sendiri2. Gak bisa di samain, gak bisa anak lain jadi patokan.

Disini peran orang tua untuk tau bagaimana tumbuh kembang anak sesuai milestone (tahapan perkembangan) mereka. Disini peran orang tua adalah membantu anak dengan rutin menstimulasi agar anak melewati setiap fase tumbuh kembangnya tanpa ada yang terlewat. Dari mana kita tau apa aja fase tahapan yang harus di lewati ? Belajar... bisa dari buku, komunitas parenting, kulwap, ikut grup2 parenting, konsultasi ke dsa/spesialis tumbang.

Masalah berat badan, ini yang sering bikin down emak2 dengan anak yang perawakan nya mungil. Karena untuk menentukan si anak ini bb nya normal atau gak itu bukan dilihat dari fisik doang, tapi dari KBM di grafik KMS nya. Karena setiap anak itu lahir dengan berat yang berbeda, jadi kita gak bisa ukur2 dan bandingin berat badan anak tetangga dengan anak kita.

Adalagi nih emak2 yang suka jadi sales sufor dadakan, misal ketemu di jalan. Eh, umi uin apa kabar ? Ini uin ya ? Ngobrol2 bla...bla..bla... sampe ke bb uin. Uin nih mungil banget sih, coba deh kasih sufor ini bisa cepet bb nya naik, kasih sufor itu memang mahal tapi bagus dll
Loh... ada apa ini ? Apakah temen lamaku udah jadi sales suforkah ? 😆😆

Misal lagi ketemu tetangga jauh di pasar pekan, eh umi uin apa kabar ? Ngobrol bla..bla...bla sampe ke nafsu makan uin, eh anak ku tak kasih jamuijolumut jadi makan terus loh gak berenti2 tuh liat sampe bb nya di batas maksimum 😅 coba deh queen kasih jamuijolumut juga siapa tau berhasil. Ini temen ku udah jadi sales jamu ijolumutkah ? 😜😜

Atau ketemu di salon, umi uin gimana kabarnya ? Ngobrol bla..bla..bla.. wah uin udah pinter ngomong ya, duh anak si itu seumuran uin ini kalo ngomong masih susah kita ngertinya ble..ble..ble... 😲 nah lo malah jadi ngomongin anak orang.

Serba salah sebenernya, mau ditenggepin nanti jadi panjang lebar. Gak di tanggepin nanti di bilang sombong, akhirnya diem dan guk angguk angguk 😂😂

Berhenti jadi emak2 usil yang mengomentari tumbuh kembang anak orang lain, sebisa mungkin ganti topik pembahasan. Gak perlu bahas masalah anak2, apalagi menjadikan bahasan wajib bila bertemu sapa.

Harusnya kita hindari obrolan yang gak penting seperti itu, menjelaskan secara detail bb dan tumbang anak orang lain, ngebandingin tumbuh kembang anak kita dan anak temen/tetangga, atau menjadi sales dadakan apapun itu produk yang di tawarkan untuk anak orang lain dsb.

Jangan mudah tersulut kalo ada yang mengorek2, biasanya kita udah tahan2 karena si penanya udah expert kayak detektif kebawa juga akhirnya. Dan keceplosan ngomongin dan ngebandingin anak kita dengan anak tetangga. Kita kudu punya ilmu " cepet sadar " dan akhiri percakapan.

Buat emak2 harus banyak belajar, belajar dan belajar.
Karena ketidaktahuan kita akan itu yang akan menjerumuskan loh 😆😆

Kita perlu tekan kan bahwa setiap anak itu unik, setiap anak itu istimewa dan tumbang setiap anak itu gak bisa disamakan, sebagai orang tua kita harus setia membantu memaksilmalkan stimulasi tumbang anak sesuai tahapan nya.

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

:: Bedak Tabur ::

May 27, 2018 0 Comments

Ternyata bukan hanya zat adiktif aja yang menyebabkan candu, memakaikan bedak tabur/talc powder pada bayi dan anak pun bisa bikin si emaknya kecanduan 😆😆

Gak percaya ?

Ada seorang dokter yang memposting tentang efek tidak baik dari pemakaian bedak tabur. Bisa baca disini 👉 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10213406858840335&id=1665521761

Dan ada beberapa seseemak yang cerita pengalaman mereka tentang anak mereka yang dipakein bedak tabur dan baik2 saja. Di beri pengertian baik2 sama si dokter tetep ngeyel, alasan klasik mereka " buktinya anak saya gak apa2 usia bla..bla..bla " nah loh... apa bisa testimoni pribadi di jadikan acuan sampe ngotot berotot2 ? Si dokter memberi informasi sesuai penelitian dan bukti empiris. Mereka ngotot dengan pengalaman mereka, apakah pengalaman bisa dijadikan acuan yang subjektif ?

Ibarat ada diskusi terbuka dari nakes yang membahas tentang bahaya rokok, dan seseemak ini dateng, ngambil pengeras suara, dan komentar bahwa saya merokok tapi baik2 saja tuh. Itu tergantung dari daya tahan tubuh masing2 😱😱😱
Apa2an itu...

Ada beberapa yang komentar, aku tau sih efek nya gak baik cuma gimana gitu kalo gak dipakein bedak, berasa ada yang kurang. Nah loh... semacam kecanduan yes 😄😄

Ada juga yang malah nodong nanya " Yang buat artikel ini coba tanya ke orang tuanya dulu dipakein bedak tabur dan minyak telon gak ? Wakakak kocak nih, pertanyaan2 nodong begini yang menggelitik. Apa coba maksudnya ? Mau nyampein kalo dulu aja si dokter di pakein bedak kok sekarang nulis artikel bahwa pemakaian bedak itu efek yang gak baik. Asli yang begini ini perlu di kasih beasiswa ke FK supaya mau belajar...

Dan yang lucu nya beberapa seseemak ini berkomentar agar yang mengingatkan bahwa penjelasan dokter itu baik dan benar untuk lebih smart lagi. Hasyeeem... dokter spesialis anak di suruh lebih smart kayak apa lagi loh mak ? Kita ini loh yang harus nya smart dan jangan ngototan.

Kelihatan kan emak2 ini kecanduan makein talc powder ke anak, sampe2 sudah diperingatkan bahwa itu gak baik untuk kesehatan masih aja di lakukan. Dengan dalih kalo gak di pakein bedak tabur berasa gak mandi, wakakaka 😆😆

Bedak tabur itu banyak manfaat nya, banyak banget. Tapi untuk si emak, bukan untuk bayinya. Udah banyak banget postingan2 bahwa pemakaian bedak tabur tidak disarankan karena ada efek tidak baik nya. Bisa di baca disini 👉👉 https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1951863554828963&id=100000160117173

Masih banyak lagi postingan2 yang membahas masalah bedak tabur ini, dan tanggepan di komentarnya rata2 seperti ini 👇👇
✔ Kalo emang bahaya kenapa masih di jual bebas, semacam kalo rokok dapat membunuhmu kenapa masih banyak beredar di pasaran 😆
✔ Anak ku 10 dari bayi aku pakein bedak tabur sehat2 aja, pinter dapet beasiswa sampe dapet gelar s3. Coba cari hubungan nya dimana 😜😜
✔ Kalo pemakaian nya sesuai takaran pasti gak apa2, kalo sewadah bedak itu di taburin semua ya emang bahaya. Coba logikain deh, sedikit aja efek nya gak baik apalagi sewadah gede itu 😆😆
✔ Ih yang buat artikel ini coba tanya emak nya, dulu di pakein bedak gak. Wakakakak, gonjreng...gojreng...
✔ Duh... kalo gak makein bedak habis mandi itu berasa ada yang kurang deh.
✔ Kalo gak di kasih bedak, nanti di tegir tetangga katanya si anak gak mandi 😆😆 yo ben orang mau ngemeng apa. Toh fakta nya anak kita udah mandi ini kan.

Entah lah alibi2 mereka semacam alasan agar kecanduan mereka terus berjalan dan mencari pembenaran ✌✌ piece...

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
#tulisanlamabarupostsekarang

:: Tantrum ::

May 27, 2018 0 Comments

Tantrum (atau tantrum temper) adalah ledakan emosi, biasanya dikaitkan dengan anak-anak atau orang-orang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, pembangkangan, mengomel marah, resistensi terhadap upaya untuk menenangkan dan, dalam beberapa kasus, kekerasan. Kendali fisik bisa hilang, orang tersebut mungkin tidak dapat tetap diam, dan bahkan jika "tujuan" orang tersebut dipenuhi dia mungkin tetap tidak tenang.

Menurut https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tantrum tantrum pada Balita 👉 Tantrum adalah salah satu bentuk yang paling umum dari perilaku bermasalah pada anak-anak tetapi cenderung menurun dalam frekuensi dan intensitas begitu anak tumbuh. Pada balita, tantrum atau amukan dapat dianggap sebagai normal, bahkan sebagai pengukur dari kekuatan pengembangan karakter.

Sementara amukan kadang dilihat sebagai prediktor perilaku anti-sosial pada masa depan, dalam arti lain ia sekadar tanda frustrasi yang berlebihan yang sesuai dengan usia, dan akan berkurang seiring waktu diberi penanganan yang tenang dan konsisten. Namun Selama Fraiberg memperingatkan tekanan luar dan kontrol yang berlebihan dalam membesarkan anak bisa memprovokasi tantrum dan pembibitan pemberontakan.

Namun tantrum pun bermanfaat positif loh mak emak :

🌸 1. Lebih baik dikeluarkan
Air mata mengandung kortisol, hormon stres. Saat kita menangis, kita sebenarnya sedang melepaskan stres dari tubuh. Air mata juga diketahui menurunkan tekanan arah dan memperbaiki mood.

Anda juga mungkin menyadari ketika balita sedang tantrum, tak ada yang benar menurutnya. Ia marah, frustasi, atau merengek. Setelah tantrumnya reda, anak akan memiliki mood lebih baik.

Itu sebabnya sebaiknya jangan menginterupsi ketika anak sedang tantrum agar ia bisa memproses perasaannya.

🌸 2. Menangis membuatnya belajar
Seringkali ketika anak berusaha melakukan sesuatu dan tidak berhasil, ia mengekspresikan frustasinya dengan menangis. Ternyata cara tersebut bisa membantunya belajar hal baru.

"Belajar adalah hal yang alami pada anak seperti halnya bernapas. Saat ia tidak bisa berkonsentrasi atau mendengar, biasanya ada masalah emosi sehingga menghambat perkembangannya," kata Patty Wipfler, pendiri Hand in Hand Parenting.

🌸 3. Tidur lebih nyenyak
Gangguan tidur dapat terjadi ketika kita sebagai orangtua menganggap tantrum harus dihindari. Masalahnya, emosi itu bisa meledak saat otaknya beristirahat. Seperti orang dewasa, anak-anak juga bisa susah tidur karena stres atau sedang memproses sesuatu dalam hidupnya.

Membiarkan anak mengalami tantrum sampai ia tenang akan meningkatkan rasa tenang sehingga ia pun bisa tidur nyenyak di malam hari.

🌸 4. Berkata "tidak" adalah hal baik
Anak bisa menjadi tantrum karena orangtuanya berkata "tidak" pada permintaannya. Itu adalah hal yang baik. Berkata "tidak" akan memberi anak batasan tentang perilaku yang baik dan tidak. Berani mengatakan "tidak" juga berarti kita tidak takut menghadapi reaksi anak dan emosinya.

🌸 5. Anak merasa nyaman mengungkapkan perasaannya
Walau menghadapi anak yang tantrum sering dianggap menyebalkan, tapi tantrum adalah hadiah. Pada kebanyakan kasus, tantrum adalah ekspresinya terhadap kata "tidak" dari orangtuanya. Anda bisa tetap tegas dan membantunya menghadapi rasa kecewa. Dengan demikian anak akan merasakan cinta dan hubungan yang memang dibutuhkannya. Membiarkan anak mengalami tantrum bisa menjadi hadiah agar ia bisa melepaskan frustasinya.

🌸 6. Membuat lebih dekat
Mungkin terasa tidak mungkin. Tapi perhatikan, ketika anak sedang mengamuk dan meminta orangtuanya pergi, sebenarnya ia sangat menghargai jika Anda tetap di sampingnya. Tidak perlu mengucapkan banyak kata untuk menghibur, tapi sampaikan beberapa kata untuk membuatnya tenang. Hindari berkata kasar atau melakukan kekerasan fisik agar ia kembali tenang. Dengan demikian anak akan merasa ia diterima apa adanya dan itu membuatnya lebih dekat dengan orangtuanya.

🌸 7. Mengatur emosi
Terkadang emosi anak keluar dalam berbagai cara, misalnya agresi, sulit berbagi, atau menolak melakukan perintah sederhana seperti menyikat gigi. Ini adalah beberapa tanda si kecil sedang kesulitan dengan emosinya. Mengalami ledakan emosi seperti tantrum membantu anak melepaskan perasaan sehingga ia pun bisa memahami dirinya.

🌸 8. Menyembuhkan bagi orangtua
Saat kita menghadapi anak yang tantrum, terkadang kita akan mengingat masa kecil. Masa ketika orangtua mungkin tidak mendengarkan atau memberi empati yang kita butuhkan.

Menjadi orangtua terkadang bisa menjadi proses penyembuhan pada emosi kita sendiri. Ini adalah kesempatan untuk mendengarkan diri sendiri dan memberi dukungan. Sumber https://lifestyle.kompas.com/read/2017/08/30/160000720/tantrum-pada-balita-ternyata-banyak-manfaatnya

Menurut http://www.alodokter.com/begini-cara-mengatasi-tantrum-pada-anak

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak

Tantrum pada anak tidak bisa dibiarkan, karena hal itu bisa membuat Anda pusing, dan juga menjadi kebiasaan yang tidak baik untuk buah hati Anda. Sebenarnya, cara yang paling mudah untuk menghentikan tantrum pada anak adalah dengan memberikan apa yang anak inginkan. Namun, dengan selalu memberikan apa yang mereka inginkan, itu bukanlah cara yang tepat. Karena ia akan melakukan hal itu lagi dan lagi.

Lalu bagaimana cara yang benar untuk mengatasi tantrum pada anak Anda? Beberapa cara ini dapat mengatasinya, di antaranya:

✔ Berbicara dengan anak Anda
Anak-anak akan marah dan menjadi agresif dalam mengekspresikan perasaan mereka. Mencari tahu apa yang membuatnya seperti itu adalah hal utama yang harus Anda lakukan untuk membantu meredakan tantrumnya. Berbicaralah pada mereka tentang apa yang mereka rasakan. Tunjukkan padanya bahwa Anda mencintai mereka, tapi tidak perilaku mereka. Anak-anak dapat berperilaku buruk karena mereka membutuhkan perhatian yang lebih. Untuk itu, Anda harus menunjukkan padanya bahwa Anda mencintai mereka dengan memuji perilakunya yang baik dan memberi mereka banyak dekapan ketika mereka tidak berperilaku buruk. Dan katakan pada mereka bahwa Anda tidak suka dengan perilakunya yang buruk.Anda harus tetap tenang
Jika anak Anda tengah mengalami tantrum, usahakan bahwa Anda tidak terjebak dalam situasi emosi tersebut.
✔ Anda harus tetap tenang dan tidak emosional. Beritahukan padanya, jika ia tenang maka Anda akan berbicara padanya tentang keinginannya. Bernegosiasilah dengan buah hati Anda. Sebagai orang dewasa, Anda jangan terpancing emosi saat anak Anda mengamuk atau marah-marah. Jangan membiarkannya melempar barang yang ada di dekatnya. Beri tahu bahwa yang ia lakukan itu tidak baik. Jika Anda berada di tempat keramaian (misalnya saat makan malam di luar bersama), bawalah anak Anda keluar ruangan sebentar untuk meredakan emosinya. Jangan biarkan amarahnya mengganggu makan malam Anda dan yang lainnya.
✔ Carilah pengalihan
Anak kecil sangat mudah melupakan sesuatu dan tertarik pada hal baru. Manfaatkan hal ini untuk mengalihkan emosinya saat tantrum pada anak terjadi. Ada baiknya Anda mencari pengalihan seperti mainan yang sudah lama tidak dimainkan atau jajanan kesukaan untuk menghiburnya. Hal itu bisa membuatnya lupa dengan tantrumnya, lho. Anda bisa mengajaknya bermain atau memintanya untuk membantu Anda memasak dan lain sebagainya.
✔ Jangan memukul anak
Saat anak Anda mengalami tantrum, janganlah memukulnya atau berteriak padanya. Memukulnya bukanlah pilihan yang tepat dan itu akan membuat tantrumnya menjadi lebih buruk lagi. Kendati Anda bisa saja terpancing emosi oleh tingkahnya, usahakan untuk ambil napas dalam-dalam, kontrol emosi Anda, dan cobalah untuk membuatnya tenang. Anda harus berusaha tegas dan disiplin padanya. Jangan biarkan tantrumnya menjadi kebiasaan yang kerap ia lakukan jika ia menginginkan sesuatu yang tidak Anda turuti.

Sekian dan terima kasih
#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
#masihsulitmenghadapianaktantrum

=== BENTAKAN, bukan hanya melukai perasaan nya tetapi juga mengkerdilkan otaknya ===

May 27, 2018 0 Comments

Sebagai orang tua kita ingin yang terbaik buat anak kita, tapi tanpa kita sadari kita telah berbuat salah yang akhirnya menghancurkan impian kita. Orang tua punya cita2 agar anaknya kelak sukses, orang tua berharap mempunyai anak yang pintar dan cerdas, orang tua mempunyai harapan yang sangat tinggi kepada si anak. Tapi tanpa di sadari kita pula lah yang menghancurkan impian kita, impian anak kita. Karena tanpa kita sadari bahwa kita menerapkan pola didik yang salah.

Nyatanya orang tua menghancurkan impian anak nya dengan BENTAKAN yang tanpa kita sadari tertuju ke anak2 kita sendiri. Iya BENTAKAN yang berpengaruh besar untuk masa depan nya.

Menurut https://id.theasianparent.com/membentak-anak-yuk-hindari/3/
🍒 Tahukah parents, bahwa bentakan yang merupakan gelombang suara ini, bila disertai dengan gelombang emosi yang dihasilkan oleh otak kiri akan berkolaborasi menghasilkan gelombang baru dengan efek negatif. Efek ini bersifat destruktif terhadap sel-sel otak, terutama bagi anak yang menjadi sasaran bentakan tersebut.

Apa yang terjadi ketika membentak anak?

Dalam hal ini, penelitian Lise Gliot yang dilakukannya pada anaknya sendiri, adalah yang paling populer. Ia melakukan penelitian dengan memasang kabel perekam otak yang dihubungkan dengan sebuah monitor komputer sehingga bisa melihat setiap perubahan yang terjadi dalam perkembangan otak anaknya.

Dari hasil penelitian tersebut, Gliot bisa melihat rangkaian indah yang terbentuk ketika sang anak disusui dengan sentuhan lembut di kepalanya. Namun, pada saat anaknya sedang terkejut dan mendengar bentakan, rangkaian indah itu berubah menjadi gelembung, lalu pecah berantakan dan menyebabkan perubahan warna.

Dari penelitian ini jelas menunjukkan bahwa marah dan suara bentakan terhadap anak akan mempengaruhi perkembangan otak anak. Selain mempengaruhi perkembangan otak, suara bentakan juga mengganggu fungsi organ penting dalam tubuh sang anak.

Bila pada saat berlangsungnya bentakan, maka 1 milyar otak anak akan mengalami kerusakan, maka apakah yang terjadi apabila anak sering mendengar suara bentakan dari orangtuanya?

Dampak jangka panjang membentak anak :

🌸 Anak akan menjadi minder dan takut mencoba hal-hal baru.
🌸Anak tumbuh menjadi pribadi yang peragu dan tidak percaya diri.
🌸 Anak akan memiliki sifat pemarah dan egois.
🌸 Anak cenderung memiliki sifat menantang, keras kepala dan suka membantah nasehat orangtua.
🌸 Anak akan memiliki pribadi yang tertutup.
🌸 Anak cenderung apatis, dan tidak peduli terhadap lingkungan.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperingatkan anak tanpa harus membentak dan berteriak menurut Sumber http://www.parenting.co.id/usia-sekolah/cara+hindari+membentak+anak

🌼 Ajarkan anak bersikap
Jika anak mulai berulah, posisikan diri Anda setinggi anak Anda kemudian lihat matanya. Bicarakan baik-baik pada anak kalau sikapnya tidak baik dan harus diperbaiki. Ajarkan bagaimana seharusnya ia bersikap. Cara ini lebih mengena pada anak dibandingkan Anda berteriak untuk memperingatkannya.

🌼 Beri hukuman efektif
Jika cara di atas tidak berhasil dan malah membuat ulah anak semakin menjadi-jadi, mau tidak mau Anda harus memberikannya hukuman. Minta ia duduk di pojok hukuman selama beberapa menit, hingga emosinya dan Anda turun. Kemudian baru bicara baik-baik padanya, jangan lupa untuk mengungkapkan rasa sayang Anda padanya.

🌼 Berikan peringatan
Tekankan sampai tiga kali bagaimana seharusnya ia bersikap. Penelitian menunjukkan seseorang akan menanggapi serius sebuah peringatan jika disampaikan minimal tiga kali. Tanyakan juga alasan mengapa ia berulah, dengan begitu Anda bisa mengetahui penyebabnya. Anak pun merasa dihargai dan didengarkan pendapatnya. sumber Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperingatkan anak tanpa harus membentak dan berteriak:

🌼 Ajarkan anak bersikap
Jika anak mulai berulah, posisikan diri Anda setinggi anak Anda kemudian lihat matanya. Bicarakan baik-baik pada anak kalau sikapnya tidak baik dan harus diperbaiki. Ajarkan bagaimana seharusnya ia bersikap. Cara ini lebih mengena pada anak dibandingkan Anda berteriak untuk memperingatkannya.

Sebagai referensi tambahan Bisa juga bunda baca di sini https://www.ibupedia.com/artikel/balita/stop-membentak-anak-ini-4-dampak-negatifnya

Satu hal yang sering menjadi problematika adalah ketika anak berbuat kesalahan. Beberapa orang tua memperlakukan anaknya dengan sangat lembut. Walaupun anak bersalah namun dibiarkan saja. Namun adapula yang membentak, bahkan memberikan hukuman kekerasan kepada anak. Nah, kira-kira bagaimana islam memandang hal tersebut?  Berikut ulasannya! Bisa di baca disini
https://dalamislam.com/hukum-islam/hukum-mendidik-anak-dengan-kekerasan-dalam-islam

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri

== MISTERI PISANG KEROK DAN NASI + PISANG ULEK ==

May 27, 2018 0 Comments

Pasti emak2 muda nan cerdas sudah banyak tau bahwa memberi mpasi itu pada usia 180 hari/ 6 bulan setelah anak dilahirkan. Jika pun anak diberikan mpasi dibawah usia 6 bulan, itu dibawah pengawasan dokter anak dan spesialis gizi karena ada indikasi yang mengharuskan anak diberi mpasi lebih cepat.

Gak sengaja baca postingan di salah satu grup, postingan tersebut berisikan screenshot. Isi ss nya itu banyak ibu2 yang bangga karena telah memberi anak makan sebelum waktunya. Bahkan ada yang memberi pisang saat anak nya lahir 😱😱 dan setelah usia bayi 2 minggu bayi tersebut diberi makan nasi yang diulek dengan pisang 😈😈. Apa maksud nya ini ... ? 😤😤

Ini menjadi sebuah misteri yang sampe sekarang tidak ada jawaban nya...

Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan ternak raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Beberapa jenisnya menghasilkan buah konsumsi yang dinamakan sama. Sumber Wikipedia

Pisang mengandung banyak nutrisi Seperti Vitamin B6, potasium, serat, dan zat besi. Tapi pisang tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap 4☆ yang manusia perlukan, dan pisang itu termasuk dalam kategori BUAH-BUAHAN.

Bayi dilahirkan berbarengan dengan makanan nya yaitu ASI, nutrisi ASI sudah lebih dari cukup memenuhi semua yang di perlukan bayi. Asi juga dapat membuat bayi kenyang, jadi TIDAK PERLU MEMBERI MAKAN PISANG KEROK AGAR BAYI DIBAWAH USIA 180hari/6 BULAN KENYANG.

Alasan bayi di bawah usia 180hari/6 bulan diberikan makan pisang kerok yang sering saya dengar adalah agar bayi kenyang dan anteng. Jawaban agar bayi mu anteng dan kenyang apa mak ? NENENIN/TETEIN/SUSUIN/MIMIKIN bukan dikasih makan PISANG KEROK, AIR TAJIN, NASI ULEK, BUBUR INSTAN dsb. BAYI MU GAK BUTUH ITU...

Jika pun karena indikasi medis tertentu si bayi tidak bisa mendapatkan Hak ASI nya, kamu bisa konsultasikan ke dokter spesialis anak, spesialis gizi, spesialis laktasi di faskes2 terdekat untuk nutrisi selain ASI apa yang dapat diberikan ke bayi mu. BUKAN PISANG KEROK ATAU NASI + PISANG DI ULEK, BUKAN AIR TAJIN, BUKAN MADU, BUKAN KRIMER KENTAL MANIS, BUKAN MAKANAN INSTANT, BUKAN AIR GULA dll.

Angan2 mu tinggi ke anak mu toh ? Harapan mu besar ke anak mu toh ? Kamu ingin yang terbaik untuk anak mu toh ? Pastikan ilmu parenting mu di upgrade ya, pastikan kamu selama hamil belajar tentang ASI dan MPASI.

Yang aku liat kamu eksis di sosial media, pasti hp mu udah canggih. Kuotamu lancar, bisa dong buka google sebentar di sela2 waktu istirahatmu.

Faskes mudah di jangkau, bisa dong sesekali sharing2 masalah ASI dan mpasi. Oh iya, saat awal qmu periksa kehamilan kamu di kasih buku KIA toh. Itu buku DIBACA, jangan cuma jadi pajangan doang 😉

Alesan karena orang dulu kasih pisang kerok atau nasi + pisang ulek ke newborn atau anak di bawah usia 180hari/6 bulan. Itu karena mereka masih sulit menjangkau info2 tentang kesehatan, faskes sulit terjangkau, nakes masih sedikit sekali, teknologi gak secanggih sekarang (ada TV, HP, INTERNET dsb).

Coba cari tau berapa % angka kematian bayi akibat mpasi dini dari jaman dulu sampe sekarang ? Supaya matamu melek. Berapa persen anak stunting akibat pemberian nutrisi yang tidak seimbang ? Berapa persen anak yang menderita gangguan cerna akibat mpasi sebelum waktunya ? Berapa persen orang2 yang merasakan efek mpasi dini di usia tua nya. Jangan taunya cuma emol doang, sesekali kunjungi rumah sakit, masuk poli gizi. Sharing2 di sana, supaya terbuka wawasan nya.

Yang jadi tameng pasti kisah klasik pengalaman orang JAMAN DULU,
✔ Dulu aku, adek2 ku di kasih makan pisang kerok dari lahir ya sehat2 aja ?
✔ Orang jaman dulu buktinya umurnya panjang, padahal makannya dari lahir pisang + nasi ulek
✔ Ah, orang2 jaman now kebanyakan sekolah di google, buktinya anak ku usia 8 tahun sehat, pinter, juara 1 terus
✔ Kebanyakan baca berita hoax tuh, anak ku 3 kulyah di luar negeri semua, beasiswa sampe s3. Dulu dari lahir aku kasih makan pisang kerok sama air tajin.
✔ masih banyak banget .... bisa di tambahkan sendiri 😆😆

Miris nya... ! Itu komentar aku temukan di postingan bayi meninggal akibat mpasi dini 😭😭 kalo deket pengen tak tabok itu muka yang komentar pake eek sapi.

Aku amat sangat menghargai ibu2 muda, ibu2 baru yang kemauan belajarnya setingkat dengan penemu2 hebat dunia. Dari pada ibu2 yang merasa emak2 masakini tapi anak lahir langsung disuapin pisang kerok, karena pemikiran masih stuck di jaman nenek moyang.

Masa golden age anak2 harus mendapatkan kecukupan nutrisi seimbang agar tumbuh kembang nya maksimal toh ?

Jadi PISANG KEROK DAN NASI+PISANG ULEK itu tidak bisa memenuhi nutrisi seimbang yang diperlukan anak2. Apalagi untuk bayi di bawah usia 180hari/6bulan.

Kenapa saya lihat ini semacam kebiasaan turun temurun ya 😊😊
Patahkan mata rantai itu mak, kalo jaman nenek moyang kita dulu sudah tau info2 seperti ini, pasti mereka gak mau anak baru lahir di suapin pisang kerok. Mereka juga ingin yang terbaik untuk keturunan nya, hanya saja keterbatasan info dan pengetahuan medis yang membuat kebiasaan itu terus berjalan.

Kita sama2 masih belajar, bukan berarti aku ibu yang sempurna sehingga aku bebas mengkritik kalian. Karena ketidaksempurnaan itu mendorong aku untuk terus memetik ilmu2 yang tidak aku dapatkan di bangku sekolahan. Sampe sekarang aku masih fakir ilmu, bukan sok-sok pinter sampe bebas menasehati kalian 😉😉

Oh iya... bayi nangis, rewel, itu wajar karena mereka bayi yang bentuk komunikasi nya hanya lewat tangisan. Bukan berarti laper, dan untuk membungkam tangisan dan rewelan nya bukan dengan di suap makan. Karena itu semacam tindakan sadis, beri di dia hak nya yaitu ASI.

#CurhatanUmiQueenbe
#elatiaraputri
Follow ig @elatiaraputri
Fb Ela Tiara Putri